T O P

.

.
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tokoh. Tampilkan semua postingan

Camat Cantik dari Sulawesi Utara Jadi Primadona Selfie


Apel serentak 1.400 camat dari berbagai wilayah di Indonesia yang berlangsung di Dataran Engku Putri, Batam, Jumat (18/9/2015) diwarnai dengan aksi selfie. Pasalnya, di antara ribuan camat itu ada satu camat wanita yang terbilang cantik. Dia adalah Junita Jane Wauran, Camat Madidir, Kota Bitung, Sulawesi Utara.
Sejumlah camat lain pun langsung melakukan aksi selfie bareng Jane usai apel pilkada serentak dilakukan.
Kehadiran camat cantik ini memang menjadi perhatian saat sejumlah camat mengajak selfie atau foto bersama.
Junita mulai menjabat sebagai camat sejak, Juli 2014. Dia menggantikan Forsman Dandel.
Pada jejaring sosial Facebook, dia dapat dikatakan sebagai pemilik akun yang aktif mem-posting status.
Foto-foto aktivitasnya sebagai camat maupun di luar urusan dinas di-posting pada akunnya.

Selain aktif mengunggah foto di jejaring sosial miliknya, Jane pun kerap rajin membalas komentar temannya terkait foto diriya.
Khusus akun Facebook Jane Wauran tak banyak informasi seputar profil dirinya.
Dalam akun tersebut tercatat latar pendidikan wanita ini lulusan SMA Negeri 2 Manado dan Sarjana di Universitas Sam Ratulangi. (*)









Read More »
Minggu, September 20, 2015 | 0 komentar

Kisah Presiden John F. Kennedy Hisap Ganja di Gedung Putih


Hampir semua ilmuwan sepakat, jika menghisap ganja bisa menimbulkan reaksi yang berbahay abagi otak. Walaupun sebagian lagi percaya, jika daun yang dikeringkan ini tidak lebih berbahaya daripada rokok.

Oleh sebab itu, ada beberapa negara yang memperbolehkan warganya untuk menghisap dan menjual barang yang tergolong jenis narkotika ini. Bahkan beberapa kota seperti di Belanda, memperbolehkan warganya menghisap ganja dengan aturan ketat.

Ternyata, daun cannabis ini bukan hanya digunakan oleh masyarakat biasa saja. Seorang presiden dari Amerika yang cukup terkenal, John F. Kennedy, pernah menghisap ganja saat berada di Gedung Putih. Bagaimana kisahnya?

Pada saat itu, tahun 16 Juli 1962, dua bulan sebelum Amerika menjadi rumah konferensi tentang narkotika di Gedung Putih, Presiden John F. Kennedy merokok ganja dengan para pejabatnya. Hal ini dituliskan oleh sosialita Amerika, Mary Meyer, yang kembali ditulis oleh profesor Michael O'Brien, pensiunan sejarah dan penulis John F. Kennedy: A Biography.

Selama berada dekat dengan Presiden, Meyer menceritakan beberapa pengalaman saat dengan Kennedy yang jarang sekali terungkap, terutama saat menangani krisis keamanan nasional.

Meyer yang juga seseorang yang dekat dengan istri presiden, Jackie Kennedy, merupakan mantan istri seorang agen CIA. Ia datang ke Gedung Putih pada malam hari, tanggal 16 Juli 1962, dan saat itu Kennedy bergurau ingin mencoba merokok ganja.

O'Brien menuliskan yang dikutip Washington Post, yang pernah mendapatkan kabar, jika Meyer menyediakan rokok ganja tersebut ke Presiden.

Sekitar enam linting ganja disediakan, dan tiga di antaranya dihisap oleh presiden. Awalnya tidak ada reaksi apapun terhadap Kennedy. Lalu ia menutup mata dan menolak untuk batang yang keempat.

Ia mengatakan kepada Meyer, jika ganja 'tidak seperti kokain,' dan Meyer mengatakan jika Presiden ingin mencoba kokain.

Pada bulan yang sama, Soviet saat itu menandatangai kerjasama dengan Kuba, guna mencegah invasi yang dilakukan Amerika di Teluk Babi. Soviet mulai mencuplai Kuba dengan misil nuklir, persenjataan dan juga personel militer.

via businessinsider.com

Read More »
Kamis, Februari 12, 2015 | 0 komentar

10 Fakta Mengejutkan Isaac Newton


Siapa yang tidak kenal dengan Isaac Newton? Ia merupakan ilmuwan yang dihormati, atas jasa-jasanya dalam merevolusi pemikiran manusia. Ia juga "ayah" dari mekanik klasik. Dan juga sebagai pencipta kalkulus.

Tapi pada zamannya, Newton dikenal karena banyak hal. Termasuk perilaku yang aneh. Kepribadiannya tersebut banyak diperbincangkan, karena kemungkinan dianggap tidak sesuai pada saat itu. Berikut 10 fakta tentang Newton yang dilansir dari Huffington Post:



1. Newton merupakan pendosa besar.
Pada usia 19 tahun, tercatat dalam kertas setidaknya ia telah melakukan 48 dosa. Salah satunya kepada ibunya, karena kata-kata dan sikapnya.

2. Sebuah jarum sempat terjebak di matanya.
Saat ingin mengetahui sifat-sifat cahaya, menurut penuturan ahli biografi, James Gleick, bahwa ia bereksperimen dengan matanya dengan menusukkan jarum.

3. Dia memiliki kerusakan saraf.
Pada tahun 1678, ia terlibat perdebatan tentang teori optik. Dan diyakini, saai itu ia telah mengalami gangguan saraf. Hal itu diakibatkan kurang tidur. Meskipun sejarawan percaya hal tersebut karena keracunan kimia akibat percobaannya.

4. Ia lahir prematur dari orangtua berpendidikan rendah
Newton lahir di Lincolnshire, Inggris, dari orangtua bernama Isaac Newton dan istri Hannah Ayscough yang berprofesi sebagai petani. Ia terlahir dalam kandungan 6 bulan, dan saat lahir Newton hanya sebesar mug.

5. Penunggu meja
Sebagai mahasiswa di Universitas Cambridge, Newton harus menunggu meja. Dia adalah seorang "sizar", kata Gleick. Yaitu istilah bagi mahasiswa yang menerima bantuan keuangan atas pekerjaan kasar. Ia juga menjadi pelayan dan pengurus kamar.

6. Mahasiswa kesepian
Beberapa orang berspekulasi bahwa Newton menderita penyakit mental atau autisme. Hal itu bisa disimpulkan dari catatan ketika ia masih kecil sampai tua.

7. Lolos dari wabah besar
Ketika penyakit Pes melanda Cambridge tahun 1665, ia dan teman-temannya mengungsi dari sana.

8. Berlatih alkimia
Meskipun ia dinyatakan jenius, Newton juga mencoba alkimia. Tujuannya adalah mengubah logam dasar timbal menjadi emas.

9. Tidak memikirkan teori-teorinya
"Kebanyakan orang berpikir bahwa Newton dipukul kepalanya dengan sebuah apel," kata Gleick. Ia tidak memikirkan hal tersebut lebih jauh lagi.

10. Ia meninggal dalam keadaan perjaka
Newton memang tidak pernah menikah, dan diyakini, bahwa ia tidak pernah mengalami kehidupan seksual. (Huffingtonpost.com)

Read More »
Kamis, Februari 12, 2015 | 0 komentar

Nikahi Kepala Suku, Traveler Cantik Ini Jadi Ratu Amazon


Cinta memang tidak mengenal kasta dan status, setidaknya itu yang dirasakan seorang traveler cantik asal london bernama Sarah Begum. Saat tengah traveling ke Amazon untuk membuat film, ternyata ia malah menikahi sang kepala suku.

Jatuh cinta dan menikahi kepala suku di Amazon mungkin adalah hal paling liar yang dapat terjadi, namun traveler bernama Sarah Begum telah mengalaminya. Dilongok dari situs pribadi Sarah Begum, Rabu (11/2/2015) berikut ceritanya.

Alkisah seorang traveler sekaligus pembuat film berkebangsaan Inggris, Sarah Begum, traveling ke hutan hujan di Ekuador untuk mendokumentasikan kehidupan suku asli di sana. Wanita berumur 21 tahun itu sudah siap akan segala hal, kecuali jatuh cinta.

Pada awalnya, Sarah menuju ke hutan di Ekuador untuk mem-filmkan kehidupan Suku Huaorani, sekaligus mengetes keahliannya untuk bertahan hidup di dalam hutan. Tidak hanya ingin mendokumentasikan kehidupan Suku Huaorani, Sarah juga ingin menunjukkan pada dunia perihal upaya perusahaan minyak yang ingin mengusir Suku Huaorani dari tanah kelahiran mereka.

Dalam waktu dua minggu, Sarah pun menjalani hidupnya seperti Suku Huaorani yang masih primitif. Tidak disangka, Sarah sempat berkenalan dengan lelaki pejuang dari Suku Huaorani yang bernama Ginkto.

Perkenalan mereka berlangsung biasa, hingga suatu hari Sarah diundang oleh para tetua ke dalam rapat yang dilangsungkan di pondok sederhana. Sarah yang diundang pun kaget, karena para tetua tampil telanjang di dalamnya.

Para tetua pun meminta Sarah untuk ikutan telanjang, sesuai dengan tradisi Suku Huaorani. Awalnya Sarah sempat ragu, karena ia sedang memfilmkan kejadian tersebut. Namun Sarah akhirnya setuju telanjang untuk lebih meahami budaya mereka.

Ternyata, para tetua suku Huaorani tampak begitu gembira menerima Sarah. Mereka pun menari dan memahkotai Sarah dengan mahkota yang terbuat dari bulu burung kakatua. Siapa sangka kalau Sarah yang saat itu berumur 21 tahun, malah ditunjuk menjadi Ratu mereka.

Sarah pun terkejut akan acara pemahkotaan dirinya menjadi Ratu. Tidak hanya itu, Sarah juga dinikahkan dengan Ginkto yang belum lama dikenalnya. Suku Huaorani mengganggap pernikahan tersebut sebagai bentuk kepercayaan kepada Sarah.

Sarah juga mengatakan kalau Ginkto merupakan pejuang yang menyenangkan dan seorang pemburu hebat. Tidak heran kalau Ginkto cukup populer di kalangan wanita Suku Huaorani. Ginkto juga penasaran dan bertanya segala hal mengenai kehidupan Sarah di London.

Adapun Sarah bukan wanita pertama yang dinikahi oleh Ginkto. Dua tahun sebelumnya, seorang traveler wanita berkebangsaan inggris juga telah dinikahi oleh Ginkto. Pernikahan tersebut lebih punya makna untuk menjalin kepercayaan.


Ceritanya di Amazon pun dituangkan ke dalam film besutannya yang berjudul Amazon Souls. Film tersebut dipertontonkan di festival bergengsi Cannes dan mendapat pengakuan dunia.





Read More »
Kamis, Februari 12, 2015 | 0 komentar

Fotografer Indonesia, Darwis Triadi



Pemilik nama Andreas Darwis Triadi adalah seorang fotografer profesional Indonesia yang lahir di Solo,  15 Oktober 1954. Darwis lahir dan dibesarkan dalam lingkungan budaya Jawa tradisional.
Awalnya, beliau menuntut ilmu di sebuah sekolah tinggi penerbangan di daerah Curug, Tangerang pada tahun 1975. Pada tahun 1978, ia telah mengantongi surat izin terbang, tetapi beliau tidak merasa bangga akan hal itu. Padahal, profesi sebagai penerbang pesawat adalah profesi yang sangat bergengsi. Namun, Darwis merasa tidak cocok dengan profesinya sebagai penerbang pesawat. pergaulannya berasal dari kalangan dunia fashion, bukan di udara. Akhirnya, Darwis mengambil keputusan untuk menggali dan memulai karier di bidang fotografi pada tahun 1979. Ia memulai kariernya dengan belajar otodidak melalui buku – buku. Buku yang ia gemari untuk menimba ilmu adalah buku – buku petualangan dan buku – buku yang memuat hasil karya wartawan terutama tentang perang. Dan meminjam kamera Nikon F milik temannya yang bernama Tafi selama dua tahun untuk mempelajari fotografi. Ia berangkat dari foto untuk brosur Hotel Borobudur dengan bayaran Rp 50.000 pada tahun 1980. Lalu, ayah dari dua putri ini mengadakan pameran dengan para fotografer amatir yang membuat kagum para pengunjung karena temanya yang memukau , lansekap dan humanis, pada tahun 1981. Sejak tahun 1983, Darwis memperdalam ilmu fotografi dengan mengikuti teknik pencahayaan dan teknik kamera di Jerman dan Swiss. Pada tahun 1990, beliau diberi kepercayaan untuk berpartisipasi dalam media dan ajang internasional, seperti majalah tahunan Hasselblad, acara Photo Kina International, Competition di Köln, Jerman.
Darwis mengambil sebuah ciri khas untuk hasil karyanya, yaitu spesialisasi pada satu bidang pada human interest dan lansekap. Hal yang penting dalam pemotretan adalah etika. Darwis juga mengerjakan berbagai macam foto produk untuk iklan, seperti Nokia, Indofood, Unilever, Sony Music, Mustika Ratu. Selain itu, beliau juga telah menerbitkan buku – buku mengenai fotografi, seperti Kembang Setaman, Secret Lighting, dan Terra Incognita Tropicane. Pada karya tulisannya, Darwis hanya menyelipkan sedikit tulisan karena fotograsi itu harus dipraktikan. Ia juga berjanji untuk membuat sekolah fotografi.
Seiring berkembangnya zaman, antusiasme masyarakat akan keingintahuannya tentang ilmu fotografi semakin tak terbendung. Akhirnya, Darwis mendirikan sebuah lembaga pendidikan forografi yang berlabel Darwis Triadi School of Photography di Jalan Patimura No. 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pda tahun 2002. Selain itu, Dawis sudah embuka cabang di Bandung dan Surabaya. Inilah salah satu janji yang terlunasi dengan indah.
Menurut Darwis, kesuksesan seseorang dalam bekerja dapat diukur dari bagaimana dan seberapa besar keahlian dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Dalam hidup, profesi harus dicintai karena mencintai profesi sama halnya dengan mencintai diri sendiri di dalam kehidupan.
Sumber :

http://sosok.kompasiana.com/2011/02/14/darwis-triadi-kisah-ikon-fotografi-indonesia-340661.html

Read More »
Kamis, Januari 29, 2015 | 0 komentar